Tol Jagorawi Rusak, Kenyamanan Pengguna Tol Terganggu

Gara-gara proyek terowongan Kementerian Pekerjaan Umum di lintas tol Jagorawi Km 13, ribuan pengemudi mobil merasa terganggu kenyamanannya. Pasalnya, para pengguna jalan tol tersebut sudah membayar tol yang cukup mahal. Para pengemudi umumnya mengeluhkan kondisi jalan bergelombang sehingga menimbulkan antrean yang cukup panjang hingga lebih lima kilometer di ruas tol Jakarta-Bogor itu.

Penyebab kemacetan parah tersebut, adalah pembangunan proyek terowongan milik Kementerian PU. Pasca penyelesaian penutupan terowongan ini yang kurang rapi sehingga membuat empat lajur tol Jagorawi menuju Bogor mengalami kerusakan parah. Akibat jalan yang bergelombang, mobil hanya bisa melaju dengan kecepatan rata-rata 20 Km per jam.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, bagaimanapun pihak Jasa Marga harus menjamin kelancaran pengguna jalan tol karena mereka sudah membayar tol. “Jasa Marga seharusnya berani menegur Kementerian PU atas dampak pembangunan terowongan itu, dan meminta kompensasi atas kerusakan di jalan bebas hambatan tersebut,: ujarnya, Minggu (13/1)

Tulus mengingatkan Jasa Marga tidak boleh “membiarkan” Kementerian PU selaku pemilik proyek terowongan bertindak tanpa perencanaan yang baik, yang pada akhirnya merugikan konsumen pemakai jalan tol menderita kemacetan yang parah saat melintas di tol Jagorawi selama ini.

Menurut dia, jangan sampai ada kesan Jasa Marga tidak berani menegur Kementerian PU sehingga akibatnya membuat sengsara ribuan pengguna jalan tol yang setiap hari melalui jalan bebas hambatan tersebut. “Jasa Marga harus menggunakan hak tegur dan meminta kompensasi atas kerusakan yang terjadi di tol Jagorawi itu,” ujarnya.

Pihak Jasa Marga selaku pengelola jalan tol tersebut, memang sedang berupaya menangani kemacetan akibat kerusakan jalan tol tersebut. Selain memperkuat koordinasi dengan aparat di lapangan, pihaknya pun siap melakukan rekayasa lalu lintas di jalur tersebut.

“Tol Jagorawi padat merayap. Kecepatan 10-20 km/jam akibat adanya perbaikan di jalur setelah GT Cibubur Utama,” ujar Sugianto, pengemudi kendaraan pribadi kepada Neraca, Sabtu (12/1).

Menurut dia, kondisi  macet parah mulai terasa dari Km 3 sampai Km 15 karena habis pintu tol Cibubur ada jalan menggelembung. Kondisi ini mengakibatkan kendaraan sulit melintas dan harus menurunkan kecepatannya. Akibatnya kemacetan panjang, terjadi di dua arah hingga lima kilometer lebih. Rusaknya ruas jalan tol ini terjadi sepanjang 10 meter di sekitar Km 14.

Kepala Komunikasi Eksternal Jasa Marga, Wastah Gunadi, mengakui adanya kerusakan jalan tol tersebut. Menurutnya kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Kerusakan ini dikarenakan adanya pembangunan proyek pembangunan terowongan tersebut.

”Pasalnya Kementerian PU dari arah Jalan Arteri Cibubur atau Transyogi tembus ke Tol Jagorawi arah Jakarta. Akibatnya jalanan tersebut rusak,” ujarnya kepada pers, pekan lalu.

Dijelaskan oleh Wastada, seluruh empat lajur Tol Jagorawi rusak. Namun tingkat bergelombang aspal di keempat lajur tersebut memiliki variasi antara 50 cm hingga 1 meter. Memang akibat kondisi jalan yang rusak itu sangat berbahaya bagi mobil yang melintas.

Untuk mengatasinya, sudah dilakukan berbagai upaya. Selain, juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan menyiapkan rekayasa lalu lintas di tol tersebut guna mengurai kemacetan kian parah.

Leave a Comment