UNPAD Bantu Pendidikan Remaja Desa

Cianjur – Pelajar SMP di desa Gekbrong, Kecamatan Warung Kondang, Kabupaten Cianjur, menerima pendidikan tambahan dari mahasiswa Universitas Padjajaran sebagai bentuk usaha mereka dalam membantu pengembangan bakat dan minat. Juga, sebagai rasa kepedulian sosial terhadap mereka yang membutuhkan namun kurang beruntung untuk mendapatkannya.

Seminar dan pelatihan ini dikemas sebagai rangkaian acara “Alsa Care and Share 2012” yang diadakan Alsa Local Chapter Universitas Padjajaran dalam rangka penancapan bambu pertama “Pondok Alsa”.  Pondok Alsa nantinya diharapkan dapat  menjadi tempat bagi remaja dan masyarakat sekitar Desa Gekbrong untuk mengembangkan bakat mereka di bidang kesenian dan kreatifitas lainnya.

“Kami berharap dana untuk pembangunan Pondok Alsa ini dapat terkumpul lebih cepat, karena dengan suksesnya acara Alsa Care and Share 2012 pada 16 Desember kemarin, kami ingin dengan segera menyerahkan pondok Alsa kepada masyarakat desa Gekbrong sehingga dapat difungsikan sebagai sarana pengembangan diri mereka,” ujar Project Officer Alsa Care and Share 2012, Izza Derizqy.

Desa ini  tidak mempunyai fasilitas untuk remaja mengasah kemampuan non formalnya. Mereka semata-mata hanya mengenyam pendidikan formal yang letaknya pun cukup jauh dari desa mereka. Hal ini yang mengusik rasa kepedulian sosial para mahasiswa Universitas Padjajaran yang tergabung dalam ALSA (Asian Law Student’s Association) untuk berbuat sesuatu.

Meminjam SDN Gekbrong sebagai tempat pelaksanaan acara, para mahasiswa Unpad ini mengundang  drg Fidya Meditia Putri, Ferry Perkantara Armadi, dan Dik Doang untuk memberikan pendidikan tembahan kepada para remaja di desa.

Setiap pembicara memberikan bentuk pendidikan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Coaching Clinic dan wawasan sepakbola diberikan Ferry. Dik doang memberikan pengarahan mengenai berkesenian dan kehidupannya. Sedangkan drg Fidya menyampaikan pengetahuan mengenai hidup sehat. “Materi diberikan dalam bentuk teori dan diskusi untuk memudahkan para remaja setempat mengaplikasikannya”, kata Izza Derizqy.

Leave a Comment